Pembelajaran Saintifik
Oleh :
M. Yudittia Yasin
1431082 / 2014-C
Lestariningsih, S.Pd. M.Pd.
Pembelajaran Inovatif
STKIP PGRI Sidoarjo
Pendekatan Saintifik atau yang lebih
dikenal dengan pendekatan berbasis ilmiah merupakan sebuah pendekatan
pembelajaran yang berbasis pengamatan, mengumpulkan informasi/ekspresi,
mengolah informasi dan mengkomunikasikan. pendekatan saintifik model kurikulum
2013 ini menggunakan proses kegiatan pembelajaran yang mengacu kepada esensi
pendekatan saintifik. Pendekatan yang dipelopori oleh Bruner ini menekankan
aspek sikap yang artinya bahwa siswa tahu mengapa, pengetahuan artinya siswa
tahu apa, dan keterampilan artinya siswa dapat mempelajari sesuatu dengan
mengetahui dengan tahu bagaimana. Dari asumsi demikian, sehingga dalam kegiatan
pembelajaran atau proses kerjanya mengedepankan penalaran induktif (Inductive
reasoning) dibandingkan dengan penalaran deduktif (Deductive Reasoning).
Bila ditilik dari kata “sains”maka
mengartikan bahwa proses pembelajaran pada model ini memang mengarah kepada
keilmuan yang mengedepankan aspek kebenaran kenyataan dan fakta dengan
melakukan riset secara logika dan bukan sebatas kira-kira, tafsiran dan hasil
cerita yang tidak mengandung jawaban dan informasi yang jelas. Pendekatan
saintifik membuang anggapan bahwa penjelasan guru, respon dari siswa, interaksi
antara guru dan siswa hanyalah sebagai tafsiran yang hanya sebatas serta merta,
pemikiran subjektif, dan hanya sebagai bentuk sikap penalaran yang menyimpang
dari alur logis sebuah pemikiran. Gagasan, pemikiran dan pandangan harus
disertai dengan sebuah uji keilmian atau penelitian.
Dari pengertian dan ulasan singkat di
atas, maka hasil akhir dari proses pembelajaran didapat sebuah peningkatan dan
keseimbangan antara menjadi sebuah individu yang baik dan menjadi seorang
individu yang memiliki kecakapan pengetahuan dari hasil pengalamannya yang
didapat secara layak. Maka dari itu, pembelajaran dengan pendekatan saintifik (Scientifik)
adalah pendekatan dengan teknik pembelajaran yang meliputi, mengamati, menanya,
menalar, mencoba dan membentuk jejaring dari semua mata pelajaran. pendekatan
saintifik model kurikulum 2013 merupakan model pembelajaran abad ke-21.
Pentingnya penekanan sikap, keterampilan dan pengetahuan pada siswa dapat
menumbuhkembangkan daya kreativitas anak dalam belajar.
Penalaran induktif (Inductive
Reasoning) merupakan kegiatan dalam langkah pengambilan bukti-bukti pengamatan
secara spisifik dan menghubungkannya ke dalam relasi ide-ide yang luas.
Artinya, dalam kegiatan ini kajian secara spesifik menjadi langkah yang penting
dalam merumuskan kesimpulan secara keseluruhan. Lebih lanjut lagi, arah
kegiatan siswa pada penalaran induktif lebih menekankan pentingnya telaah
pengkajian sebagai bukti pengamatan secara spesifik. Sedangkan penalaran
deduktif (Deductive Reasoning)adalah kegiatan atau proses kerja yang menyatakan
fenomena secara umum. Artinya bahwa untuk menarik simpulan secara spesifik,
penalaran induktif melakukan riset atau pengamatan dengan melihat fenomena umum
yang nampak dan terjadi. Dari kedua penalaran tersebut, pendeknya dapat
disimpulkan atau dijelaskan yakni, bahwa penalaran deduktif melihat suatu
gejala atau fenomena atau permasahan secara umum kemudian menarik simpulan
secara spesifik. Sedangkan penalaran secara induktif memandang fenomena atau
gejala suatu permasalahan secara spesifik kemudian di pecahkan dengan menarik
simpulan secara menyeluruh.
Dalam kegiatannya, pendekatan
saintifik atau model pembelajaran ilmiah ini di dalam menarik sebuah simpulan
umum senantiasa memperhatikan fenomena unik yang terjadi dengan melakukan
kajian secara spesifik dan juga secara detail. Pendekatan seintifik tersebut
bila disimpulkan lebih merujuk kepada teknik-teknik investigasi atau mencari
informasi terhadap fenomena atau suatu gejala, kemudian mencari pengetahuan
baru yang kemudian memadukannya dengan pengetahuan-pengetahuan yang sebelumnya.
Oleh sebab itu, pendekatan saintifik atau pendekatan ilmiah cenderung berbasis
pada bukti-bukti dari fenomena untuk dapatnya diobservasi, empiris dan dapat
terukur serta teruji dengan prinsip-prinsip menggunakan penalaran secara
spesifik. Seperti kegiatan karya ilmiah di tingkat perguruan tinggi, maka
pendekatan saintifik atau model ilmiah yang akan diterapkan di satuan-satuan
tingkat pendidikan dari SD/MI sampai SMK/SMA ini secara umum alur kegiatan atau
proses kerjanya adalah dapat disimpulkan dengan memuat serangkaian kegiatan
pengumpulan data dengan melakukan observasi atau pengamatan atau eksperimen
kemudian mengolah menjadi serangkaian informasi atau data, menganalisis data,
tahap terakhir menguji kebenaran atau menarik kesimpulan sementara yang dalam
bahasa ilmiahnya disebut dengan hipotesis.
Langkah-langkah
Pembelajaran Pendekatan Saintifik (Scientific)
Seperti uraian di atas, dalam
penerapannya, pendekatan saintifik model kurikulum 2013 diharapkan guru
terlebih dahulu dapat memahami langkah-langkah dan tata cara penggunaan
pendekatan saintifik ini dengan baik agar dalam kegiatannya nanti dapat
berjalan dengan sempurna. Dalam Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV,
langkah-langkah pembelajaran pendekatan saintifik adalah sebagaimana berikut di
bawah ini.
1. Mengamati
2. Menanya
3. Mengumpulkan
informasi/melakukan eksperimen
4. mengasosiasikan/mengolah
informasi
5. Mengkomunikasikan
Dari kegiatan atau langkah-langkah
kelima kegiatan tersebut di atas, maka secara detail dapat di uraikan
langkah-langkah pembelajaran pendekatan saintifik sebagaimana berikut yakni.
1. Mengamati.
pada aspek ini, kegiatan siswa dapat berupa membaca buku, mendengar cerita,
baik cerita dalam bentuk sumber langsung maupun mendengar dongeng dan menyimak
atau melihat fenomena atau situasi tanpa atau dengan alat. Sedangkan kompetensi
yang dapat dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran adalah dengan cara
guru melatih kesungguhan siswa, ketelitian siswa dan mambantu siswa dalam
mencari informasi yang dibutuhkannya.
2. Menanya.
pada langkah ini, kegiatan siswa adalah banyak melakukan pertanyaan-pertanyaan
yang tentunya mengenai informasi yang belum dipahami dari apa yang sudah
diamati siswa. selain itu, pertanyaan itu dapat disampaikan berupa informasi
tambahan tentang apa yang diamatinya. dari pertanyaan yang sifatnya faktual
hingga yang bersifat hipotetik atau dugaan atau jawaban sementara.Kompetensi
yang dapat dikembangkan adalah guru mendorong dalam mengembangkan
kreativitas siswa, memiliki rasa keinginan tahuan, kemampuan dalam merumuskan
pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis demi keperluan hidup siswa cerdas dan
belajar sepanjang hayat.
3. Mengumpulkan
informasi/eksperimen. Pada langkah ini guru membimbing siswa dalam melakukan
eksperimen, membantu siswa dalam mencari dan mengolah sumber belajar yang lain
yang relevan baik dari buku teks maupun buku sekolah elektronik (BSE), mengajak
siswa mengamati objek/kejadian/peristiwa/fenomena yang terjadi pada mata
pelajaran yang dipelajari saat itu. Kompetensi yang dikembangkan guru dalam
hal ini adalah mengembangkan sikap ketelitian pada siswa, mengajarkan
berperilaku jujur, mengajarkan untuk menghargai pendapat orang lain, mengolah
dan menyusun kemampuan dalam berkomunikasi, menerapkan kemampuan dalam
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dapat dipelajari siswa,
membimbing siswa dalam mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang
hayat.
4. Mengasosiasikan/mengolah
informasi. Kegiatan yang dapat diterapkan guru pada langkah ini adalah
mengarahkan siswa untuk dapat mengolah informasi yang sudah diperoleh dari
hasil eksperimen siswa atau hasil dari kegiatan siswa dalam mengumpulkan
informasi, mengolah informasi yang dihimpun atau bahkan menambah informasi yang
didapat dengan mengolah informasi tersebut dengan membandingkan dari hasil
pendapat orang lain baik bertentangan maupun yang berbeda pendapat dengan
maksud untuk mencari solusi dan kebenaran. Kompetensi yang dikembangkan
guru dalam hal ini adalah mengembangkan sikap jujur kepada siswa,
ketelitian, disiplin, taat pada aturan, bekerja keras, mengarahkan siswa untuk
mampu menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta penarapan
deduktif dalam menyimpulkan dugaan sementara/hipotesis.
5. Mengkomunikasikan.
langkah terakhir pada pendekatan saintifik adalah dengan mengkomunikasikan
hasil eksperimen dan informasi yang diperoleh dengan menyampaikan hasil
pengamatannya berdasarkan atas kesimpulan hasil analisisnya baik secara lisan,
tulisan maupun media lainnya. Kompetensi yang harus dikembangakan guru
kepada siswa adalah dengan mengembangkan sikap jujur pada siswa, teliti,
toleransi antar sesama, mengajarkan siswa untuk mampu berpikir sistematis,
mengungkapkan gagasan/ide/pendapatnya dengan penjelasan yang singkat dan jelas,
serta mengembangkan kemampuan berbahasa indonesia yang baik dan benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar