Rabu, 27 April 2016

PAIKEM

PAIKEM

Oleh :

M. Yudittia Yasin

1431082 / 2014-C

Lestariningsih, S.Pd. M.Pd.

Pembelajaran Inovatif

STKIP PGRI Sidoarjo


1.  Pengertian PAIKEM
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Sesuai dengan huruf yang menyusun namanya, pembelajaran PAIKEM adalah salah satu contoh pembelajaran inovatif yang memiliki karakteristik aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Berdasarkan pengertian di atas, bahwa PAIKEM merupakan metode pembelajaran yang akti, inovatif dan sebagainya. Metode seperti ini sangat membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Terciptanya kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan sekaligus berkesan bagi peserta didik dan pendidiknya.
a.    Aktif
Pengembang pembelajaran ini beranggapan bahwa belajar merupakan proses aktif merangkai pengalaman untuk memperoleh pemahaman di dalam implementasinya, seorang guru harus merancang dan melaksanakan kegiatan-kegiatan atau strategi-strategi yang memotivasi siswa berperan secara aktif di dalam proses pembelajaran.

b.      Inovatif
Pembelajaran PAIKEM bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini dipikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya menyesuaikan setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau kemampuan mendengar, dan kemampuan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses terbangunnya rasa percaya diri siswa.

c.       Kreatif
         Pembelajaran PAIKEM juga dirancang untuk mampu mengembangkan kreativitas. Pembela haruslah memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, inisiatif, dan kreativitas serta kemandirian siswa sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologisnya. Kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh semua bentuk pembelajaran. Dengan dua bekal itu setiap orang akan mampu belajar sepanjang hidupnya. Ciri seorang pembelajar yang mandiri adalah: mampu secara cermat mendiagnosis situasi pembelajaran tertentu yang sedang dihadapinya; mampu memilih strategi belajar tertentu untuk menyelesaikan masalah belajarnya; memonitor keefektifan strategi tersebut; dan termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar tersebut sampai masalahnya terselesaikan.

d.      Efektif
Pembelajaran harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencapai semua hasil belajar yang telah dirumuskan. Karena hasil belajar itu beragam, karakteristik efektif dari pembelajaran ini mengacu kepada penggunaan berbagai strategi belajarnya. Banyak orang beranggapan bahwa berbagai strategi pembelajaran inovatif termasuk PAIKEM seringkali tidak efisien (memakan waktu). Hal tersebut tentu amat mudah dipahami, dalam pembelajaran PAIKEM banyak hasil belajar yang dicapai sehingga memerlukan waktu yang lama.

e.       Menyenangkan
Menurut penelitian, anak-anak menjadi berminat untuk belajar jika topik yang dibahas sedapat mungkin dihubungkan dengan pengalaman mereka dan disesuaikan dengan alam berpikir mereka. Yang dimaksudkan adalah bahwa pokok bahasannya dikaitkan dengan pengalaman siswa sehari-hari dan disesuaikan dengan dunia mereka dan bukan dunia guru sebagai orang dewasa. Apalagi jika disesuaikan dengan kebiasaan mereka dalam belajar. Ciri yang terakhir ini merupakan ciri pembelajaran kontekstual. Dengan demikian pembelajaran PAIKEM sebenarnya juga pembelajaran kontekstual. (Muhibbin Syah, 2009:)


2.  Metode PAIKEM
Metode Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan, diantaranya sebagai berikut:
a.  Tutorial dicirikan dengan terjadinya pertukaran informasi antara peserta didik dengan tutor.
b.  Ceramah/kuliah didominasi komunikasi lisan (oral) dari atau pengajar.
c.  Resitasi dicirikan dengan guru “mendengar” peserta didik berbicara, membaca, atau melakukan tindakan lainnya.
d.  Diskusi dicirikan dengan komunikasi lisan antara guru peserta didik, serta antara peserta didik.
e.  Kegiatan laboratoium dicirikan dengan situasi di mana peserta didik berinteraksi dengan kejadian atau benda nyata.
f.  Pekerjaan rumah yang dapat berupa instruksi, latihan, atau proyek. (Ridwan Abdullah Sani, 2013: 158).

3.  Langkah-langkah Penerapan PAIKEM
Secara garis besar, langkah-langkah penerapan PAIKEM, sebagai berikut:
a.  Siswa terlibat dalam berbagai macam kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar.
b.  Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan dan cocok bagi siswa.
c.  Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan pojok baca.
d. Guru menerapkan cara mengajar yang kooperatif dan interaktif termasuk cara belajar kelompok.
e.  Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri untuk pemecahan suatu masalah untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah.



4.  Kelebihan dan kelemahan metode PAIKEM
     a. Kelebihan PAIKEM:
1)  Mengalami : Peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun emosional
2)  Komunikasi : Kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta didik
3)  Interaksi : Kegiatan pembelajarannya memungkinkan terjadinya interaksi multi arah
4)  Refleksi : Kegiatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik memikirkan kembali  apa yang telah dilakukan

b.      Kelemahan PAIKEM:
1)  Membutuhkan dana, dalam pembelajaran yang PAIKEM sering kita memakai media sehingga membutuhkan biaya yang lebih untuk menunjang proses pembelajaran
2)  Pengembangan RPP, dalam pembelajaran PAIKEM guru dituntut untuk kerja exstra dalam pengembangan pembuatan RPP agar dapat menciptakan pembelajaran yang diinginkan  Manajemen kelas, dalam pembelajaran ini guru harus selalu dapat menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan.

3)  Kurangnya kreatifitas guru, dalam pembelajaran PAIKEM guru cenderung malas untuk melalkukan pembelajaran yang inovatif. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar