PAIKEM
Oleh :
M. Yudittia Yasin
1431082 / 2014-C
Lestariningsih, S.Pd. M.Pd.
Pembelajaran Inovatif
STKIP PGRI Sidoarjo
1. Pengertian
PAIKEM
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran
Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Sesuai dengan huruf
yang menyusun namanya, pembelajaran PAIKEM adalah salah satu contoh
pembelajaran inovatif yang memiliki karakteristik aktif, inovatif, kreatif, efektif,
dan menyenangkan.
Berdasarkan pengertian di atas, bahwa PAIKEM
merupakan metode pembelajaran yang akti, inovatif dan sebagainya. Metode
seperti ini sangat membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Terciptanya
kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan sekaligus berkesan bagi peserta
didik dan pendidiknya.
a. Aktif
Pengembang pembelajaran ini beranggapan bahwa
belajar merupakan proses aktif merangkai pengalaman untuk memperoleh pemahaman
di dalam implementasinya, seorang guru harus merancang dan melaksanakan
kegiatan-kegiatan atau strategi-strategi yang memotivasi siswa berperan secara
aktif di dalam proses pembelajaran.
b. Inovatif
Pembelajaran PAIKEM bisa mengadaptasi dari
model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci
yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal
ini dipikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Membangun
metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya
menyesuaikan setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap
ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan
dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau kemampuan mendengar, dan
kemampuan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya
penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses
terbangunnya rasa percaya diri siswa.
c. Kreatif
Pembelajaran
PAIKEM juga dirancang untuk mampu mengembangkan kreativitas. Pembela haruslah
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, inisiatif, dan kreativitas serta
kemandirian siswa sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta
psikologisnya. Kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah merupakan tujuan
yang ingin dicapai oleh semua bentuk pembelajaran. Dengan dua bekal itu setiap
orang akan mampu belajar sepanjang hidupnya. Ciri seorang pembelajar yang
mandiri adalah: mampu secara cermat mendiagnosis situasi pembelajaran tertentu
yang sedang dihadapinya; mampu memilih strategi belajar tertentu untuk
menyelesaikan masalah belajarnya; memonitor keefektifan strategi tersebut; dan
termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar tersebut sampai masalahnya
terselesaikan.
d. Efektif
Pembelajaran harus dilakukan sedemikian rupa
untuk mencapai semua hasil belajar yang telah dirumuskan. Karena hasil belajar
itu beragam, karakteristik efektif dari pembelajaran ini mengacu kepada
penggunaan berbagai strategi belajarnya. Banyak orang beranggapan bahwa
berbagai strategi pembelajaran inovatif termasuk PAIKEM seringkali tidak
efisien (memakan waktu). Hal tersebut tentu amat mudah dipahami, dalam
pembelajaran PAIKEM banyak hasil belajar yang dicapai sehingga memerlukan waktu
yang lama.
e. Menyenangkan
Menurut penelitian, anak-anak menjadi
berminat untuk belajar jika topik yang dibahas sedapat mungkin dihubungkan
dengan pengalaman mereka dan disesuaikan dengan alam berpikir mereka. Yang
dimaksudkan adalah bahwa pokok bahasannya dikaitkan dengan pengalaman siswa
sehari-hari dan disesuaikan dengan dunia mereka dan bukan dunia guru sebagai
orang dewasa. Apalagi jika disesuaikan dengan kebiasaan mereka dalam belajar.
Ciri yang terakhir ini merupakan ciri pembelajaran kontekstual. Dengan demikian
pembelajaran PAIKEM sebenarnya juga pembelajaran kontekstual. (Muhibbin Syah,
2009:)
2.
Metode PAIKEM
Metode Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan
Menyenangkan, diantaranya sebagai berikut:
a. Tutorial dicirikan dengan
terjadinya pertukaran informasi antara peserta didik dengan tutor.
b. Ceramah/kuliah didominasi komunikasi
lisan (oral) dari atau pengajar.
c. Resitasi dicirikan dengan guru
“mendengar” peserta didik berbicara, membaca, atau melakukan tindakan lainnya.
d. Diskusi dicirikan dengan
komunikasi lisan antara guru peserta didik, serta antara peserta didik.
e. Kegiatan laboratoium dicirikan
dengan situasi di mana peserta didik berinteraksi dengan kejadian atau benda nyata.
f. Pekerjaan rumah yang dapat
berupa instruksi, latihan, atau proyek. (Ridwan Abdullah Sani, 2013: 158).
3.
Langkah-langkah Penerapan PAIKEM
Secara garis besar, langkah-langkah penerapan PAIKEM,
sebagai berikut:
a. Siswa terlibat dalam berbagai
macam kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan
penekanan pada belajar.
b. Guru menggunakan berbagai alat
bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat termasuk menggunakan
lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik,
menyenangkan dan cocok bagi siswa.
c. Guru mengatur kelas dengan
memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan pojok
baca.
d. Guru menerapkan cara mengajar yang
kooperatif dan interaktif termasuk cara belajar kelompok.
e. Guru mendorong siswa untuk
menemukan caranya sendiri untuk pemecahan suatu masalah untuk mengungkapkan
gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah.
4. Kelebihan
dan kelemahan metode PAIKEM
a. Kelebihan PAIKEM:
1) Mengalami : Peserta didik terlibat secara
aktif baik fisik, mental maupun emosional
2) Komunikasi : Kegiatan
pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta didik
3) Interaksi : Kegiatan pembelajarannya
memungkinkan terjadinya interaksi multi arah
4) Refleksi : Kegiatan
pembelajaran yang memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa
yang telah dilakukan
b. Kelemahan PAIKEM:
1) Membutuhkan dana, dalam
pembelajaran yang PAIKEM sering kita memakai media sehingga membutuhkan biaya
yang lebih untuk menunjang proses pembelajaran
2) Pengembangan RPP, dalam
pembelajaran PAIKEM guru dituntut untuk kerja exstra dalam pengembangan
pembuatan RPP agar dapat menciptakan pembelajaran yang diinginkan Manajemen
kelas, dalam pembelajaran ini guru harus selalu dapat menciptakan suasana kelas
yang kondusif dan menyenangkan.
3) Kurangnya kreatifitas guru,
dalam pembelajaran PAIKEM guru cenderung malas untuk melalkukan pembelajaran
yang inovatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar