Pembelajaran Berbasis Proyek
Oleh : M. Yudittia Yasin
Dosen Pengampu : Lestariningsih, S.Pd. M.Pd.
STKIP PGRI Sidoarjo
A.
Pengertian
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning = PjBL) adalah metoda pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media.
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning = PjBL) adalah metoda pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media.
B. Sejarah
Sejarah PBL sebenarnya telah dimulai pada
tahun 1920 ketika itu Celestine Freinet, seorang guru SD yang baru kembali dari
Perang Dunia I kembali kekampung halamannya di sebuah pedesaan di Barsur-loup
di bagian tenggara Perancis. Ia menderita cedera yang serius dan menyebabkannya
tak bisa bernafas panjang. Ia sangat ingin mengajar kembali di SD tetapi ia
tida sanggup untuk bersuara keras dan lama. Sebagai gantinya ia menggunakan
metoda lain menggantikan metoda tradisional yang biasanya dianut ketika itu. Ia
meminta murid-muridnya untuk belajar mandiri dan ia hanya memfasilitasi saja.
Inilah awal pertama cikal bakal PBL diperkenalkan. Sejarah PBL modern dimuali
pada awal tahun 1970 di Mc Master University Faculty of Health Science di
Kanada. Sejak itu PBL dipakai secara luas di banyak Negara.
C.
Karakteristik
Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki karakteristik sebagai berikut:
Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja
2. Adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik
3. Peserta didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas
permasalahan atautantangan yang diajukan
4. Peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses
dan mengelola informasi untuk memecahkan permasalahan
5. Proses evaluasi dijalankan secara kontinyu
6. Peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang
sudah dijalankan
7. Produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif
8. Situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan.
D. Langkah – langkah
Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek
sebagai berikut.
1. Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question).
2. Mendesain Perencanaan Proyek
(Design a Plan for the Project).
3. Menyusun Jadwal (Create a Schedule)
4. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek(Monitor the Students and
the Progress of the Project)
5. Menguji Hasil (Assess the Outcome)
6. Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience)
E.
Prinsip
1. Centrality(pemusatan)
2. Driving question
3. Constructive Investigation
4. Autonomy
5. Realism
F.
Kelebihan
1. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar, mendorong
kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu untuk
dihargai.
2. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
3. Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan
problem-problem yang kompleks.
4. Meningkatkan kolaborasi.
5. Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan
keterampilan komunikasi.
6. Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber.
G.
Kelemahan
1. Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah.
2. Membutuhkan biaya yang cukup banyak.
3. Banyak instruktur yang merasa
nyaman dengan kelas tradisional, di mana instruktur memegang peran utama di
kelas.
4. Banyaknya peralatan yang harus disediakan.
5. Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan
pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar