Selasa, 02 Agustus 2016

Quantum Teaching


A.  Pengertian Quantum Teaching 
Quantum Teaching adalah proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan.

B.  Sejarah Quantum Teaching
Bobbi DePorter adalah perintis, pencetus, dan pengembang utama pembelajaran. Semenjak tahun 1982 DePorter mematangkan dan mengembangkan gagasan pembelajaran di Super Camp, sebuah lembaga pembelajaran yang terletak Kirkwood Meadows, Negara Bagian California, Amerika Serikat. Super Camp sendiri didirikan atau dilahirkan oleh Learning Forum, dengan dibantu oleh teman-temannya, terutama Eric Jansen, Greg Simmons, Mike Hernacki, Mark Reardon, dan Sarah Singer Nourie.

C.  Karakteristik/ciri-ciri Quantum Teaching
1.      Penggunaan musik dengan tujuan-tujuan tertentu.
2.      Pemanfaatan ikon-ikon sugestif.
3.      Penggunaan “stasiun-stasiun kecerdasan” untuk memudahkan siswa belajar sesuai dengan  modalitas kecerdasannya.
4.      Penggunaan bahasa yang unggul.
5.      Suasana belajar yang menyenangkan dan saling memberdayakan.

D.  Prinsip-prinsip Quantum Teaching
1.    Tumbuhkan
2.    Alami
3.    Namai
4.    Demonstrasikan
5.    Ulangi
6.    Rayakan

E.  Kelebihan dan Kelemahan Quantum Teaching
Kelebihan :
1.      Dapat membimbing peserta didik kearah berfikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama.
2.      Selalu berpusat pada apa yang masuk akal bagi siswa.
3.      Menumbuhkan dan menimbulkan antusiasme siswa.
4.      Adanya kerjasama.
5.      Menawarkan ide dan proses cemerlang dalam bentuk yang enak yang dipahami siswa.
6.      Menciptakan tingkah laku dan kepercayaan dalam diri sendiri.
7.      Belajar terasa menyenangkan 
8.      Motivasi dari dalam diri.
9.      Adanya kebebasan dalam berekspresi.
10.  Menumbuhkan idealisme, gairah dan cinta mengajar oleh guru. 
Kekurangan  :
1.      Memerlukan persiapan yang matang bagi guru dan lingkungan yang mendukung.
2.      Memerlukan fasilitas yang memadai.
3.      Model ini banyak dilakukan diluar negeri sehinggga kurang beradapatasi dengan kehidupan di Indonesia.
4.      Kurang dapat mengontrol siswa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar